Para Guru Di Seluruh Indonesia Menagih Kesepakatan Kepada Pemerintah

Untuk Mewujudkan Pendidikan yang Merata di seleluruh wilayah Indonesia ialah kiprah Pemerintah, Namun Sampai detik dan ketika ini Pendidikan yang di cita-citakan oelh Pemerintah belum Juga terealisasikan dengan baik, Ini terbukti masih ditemukan Gedung-gedung Sekolah yang Masih jauh dari kategori layak sebagai kawasan Pendidikan dan Kesejahteraan gurunya pun masih jauh dari kelayakan .

Untuk Mewujudkan Pendidikan yang Merata di seleluruh wilayah Indonesia ialah kiprah Pemeri Para Guru di Seluruh Indonesia Menagih Janji Kepada Pemerintah

Para Guru di Seluruh Indonesia Menagih Janji Kepada Pemerintah

Begitu besar harapan guru terhadap sosok Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah ( Mendikdasmen) Anies Baswedan untuk sanggup meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air dari segi sarana dan prasarana yang mendudukung terlaksannya Pendidikan di seluruh Indonesia

Sebagaimana isu yang admin kutip dari tribunnews.com bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan melaksanakan video conference dengan guru dan murid CLC (Community Learning Center) Morotai Sabah, Sabtu (20/12/2014) kemarin.

Dalam keterangannya diterima Tribunnews.com Minggu (21/12/2014), Lucky seorang guru CLC menuturkan bahwa dirinya bersama dengan guru lainnya dari 19 CLC yang berada di Tawau, Sabah (Malaysia) dan sekitarnya akan menagih akad pemerintah.

Sebab, kata Lucky, Mendikbud sebelum Anies menjanjikan kepada dirinya dan teman-temannya untuk sanggup menambah ilmu dengan mengikuti pendidikan master sebagai cuilan dari agenda peningkatan mutu guru.

Selain itu, Lucky juga memohon Kemendiknas mendukung usulannya biar beasiswa yang diberikan oleh Kementeriannya sanggup ditingkatkan.

Menurut Lucky, Kemendiknas dan Pertamina telah memperlihatkan beasiswa tetapi jumlahnya masih kurang.

Selain Lucky, dua orang murid dari CLC di Morotai juga meminta kepada Menteri Anies biar sanggup segera membangun sekolah Sekolah Menengan Atas di perbatasan Indonesia dengan Malaysia yakni di Sebatik.

Pada tahun 2013, kemendiknas telah merancang dan mengkaji pembangunan sebuah sekolah lanjutan. (sumber : tribunnews.com)

Sekian Informasi yang sanggup kami sampaikan , semoga bermanfaat.

Para Guru Di Seluruh Indonesia Menagih Kesepakatan Kepada Pemerintah

Untuk Mewujudkan Pendidikan yang Merata di seleluruh wilayah Indonesia ialah kiprah Pemerintah, Namun Sampai detik dan ketika ini Pendidikan yang di cita-citakan oelh Pemerintah belum Juga terealisasikan dengan baik, Ini terbukti masih ditemukan Gedung-gedung Sekolah yang Masih jauh dari kategori layak sebagai kawasan Pendidikan dan Kesejahteraan gurunya pun masih jauh dari kelayakan .

Untuk Mewujudkan Pendidikan yang Merata di seleluruh wilayah Indonesia ialah kiprah Pemeri Para Guru di Seluruh Indonesia Menagih Janji Kepada Pemerintah

Para Guru di Seluruh Indonesia Menagih Janji Kepada Pemerintah

Begitu besar harapan guru terhadap sosok Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah ( Mendikdasmen) Anies Baswedan untuk sanggup meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air dari segi sarana dan prasarana yang mendudukung terlaksannya Pendidikan di seluruh Indonesia

Sebagaimana isu yang admin kutip dari tribunnews.com bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan melaksanakan video conference dengan guru dan murid CLC (Community Learning Center) Morotai Sabah, Sabtu (20/12/2014) kemarin.

Dalam keterangannya diterima Tribunnews.com Minggu (21/12/2014), Lucky seorang guru CLC menuturkan bahwa dirinya bersama dengan guru lainnya dari 19 CLC yang berada di Tawau, Sabah (Malaysia) dan sekitarnya akan menagih akad pemerintah.

Sebab, kata Lucky, Mendikbud sebelum Anies menjanjikan kepada dirinya dan teman-temannya untuk sanggup menambah ilmu dengan mengikuti pendidikan master sebagai cuilan dari agenda peningkatan mutu guru.

Selain itu, Lucky juga memohon Kemendiknas mendukung usulannya biar beasiswa yang diberikan oleh Kementeriannya sanggup ditingkatkan.

Menurut Lucky, Kemendiknas dan Pertamina telah memperlihatkan beasiswa tetapi jumlahnya masih kurang.

Selain Lucky, dua orang murid dari CLC di Morotai juga meminta kepada Menteri Anies biar sanggup segera membangun sekolah Sekolah Menengan Atas di perbatasan Indonesia dengan Malaysia yakni di Sebatik.

Pada tahun 2013, kemendiknas telah merancang dan mengkaji pembangunan sebuah sekolah lanjutan. (sumber : tribunnews.com)

Sekian Informasi yang sanggup kami sampaikan , semoga bermanfaat.

Para Guru Di Seluruh Indonesia Menagih Kesepakatan Kepada Pemerintah

Untuk Mewujudkan Pendidikan yang Merata di seleluruh wilayah Indonesia ialah kiprah Pemerintah, Namun Sampai detik dan ketika ini Pendidikan yang di cita-citakan oelh Pemerintah belum Juga terealisasikan dengan baik, Ini terbukti masih ditemukan Gedung-gedung Sekolah yang Masih jauh dari kategori layak sebagai kawasan Pendidikan dan Kesejahteraan gurunya pun masih jauh dari kelayakan .

Untuk Mewujudkan Pendidikan yang Merata di seleluruh wilayah Indonesia ialah kiprah Pemeri Para Guru di Seluruh Indonesia Menagih Janji Kepada Pemerintah

Para Guru di Seluruh Indonesia Menagih Janji Kepada Pemerintah

Begitu besar harapan guru terhadap sosok Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah ( Mendikdasmen) Anies Baswedan untuk sanggup meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air dari segi sarana dan prasarana yang mendudukung terlaksannya Pendidikan di seluruh Indonesia

Sebagaimana isu yang admin kutip dari tribunnews.com bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan melaksanakan video conference dengan guru dan murid CLC (Community Learning Center) Morotai Sabah, Sabtu (20/12/2014) kemarin.

Dalam keterangannya diterima Tribunnews.com Minggu (21/12/2014), Lucky seorang guru CLC menuturkan bahwa dirinya bersama dengan guru lainnya dari 19 CLC yang berada di Tawau, Sabah (Malaysia) dan sekitarnya akan menagih akad pemerintah.

Sebab, kata Lucky, Mendikbud sebelum Anies menjanjikan kepada dirinya dan teman-temannya untuk sanggup menambah ilmu dengan mengikuti pendidikan master sebagai cuilan dari agenda peningkatan mutu guru.

Selain itu, Lucky juga memohon Kemendiknas mendukung usulannya biar beasiswa yang diberikan oleh Kementeriannya sanggup ditingkatkan.

Menurut Lucky, Kemendiknas dan Pertamina telah memperlihatkan beasiswa tetapi jumlahnya masih kurang.

Selain Lucky, dua orang murid dari CLC di Morotai juga meminta kepada Menteri Anies biar sanggup segera membangun sekolah Sekolah Menengan Atas di perbatasan Indonesia dengan Malaysia yakni di Sebatik.

Pada tahun 2013, kemendiknas telah merancang dan mengkaji pembangunan sebuah sekolah lanjutan. (sumber : tribunnews.com)

Sekian Informasi yang sanggup kami sampaikan , semoga bermanfaat.

Sertifikasi Tahun 2015 Mengacu Pada Kualifikasi Akademik S1/D-Iv Atau Berprofesi Sebagi Guru Selama 5 Tahun

Sertifikasi Guru tahun 2015 memakai sistem PPG ( Pendidikan Profesi Guru ), Peserta sertifikasi Guru harus memenuhi berapa syarat manajemen untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru ( PPG ) yang telah di tetapkan, Guru yang memenuhi syarat akan di seleksi menurut hasil ujian Kompentesi ( UKA dan UKG ) yang dilaksanakan oleh kementrian Pendidikan dan kebudayaan, kalau belum mempunyai niali UKA dan UKG pada tahun 2013 dan 2014, UKA dan UKG akan diikutkan pada tahun 2015.

 Peserta sertifikasi Guru harus memenuhi berapa syarat manajemen untuk mengikuti Pendid SERTIFIKASI TAHUN 2015 MENGACU PADA KUALIFIKASI AKADEMIK S1/D-IV  ATAU BERPROFESI SEBAGI GURU SELAMA 5 TAHUN

SERTIFIKASI TAHUN 2015 MENGACU PADA KUALIFIKASI AKADEMIK S1/D-IV ATAU BERPROFESI SEBAGI GURU SELAMA 5 TAHUN

” Penetapan bidang studi sertifikasi harus linier dengan kualifikasi akademik S1 / D -IV, Khusus bagi guru yang diangkat sebelum tahun 2006, Penetapan bidang studi sertifikasi tahun 2015 mengacu pada kualifiaksi perguruan tinggi S1 / D-IV atau Bidang Studi yang diampu selama 5 Tahun berturut-turut, Bidang studi sertifikasi ini akan akan menempel terus pada Guru selama Guru tersebut menjalakan tugasnya atau berprofesi sebagai Guru ,dan selama itu juga sertifikasi akan di bayar “

Penetapan profesi dilakukan akan dilakukan secara adil dan transparan melalui sistem online dengan memakai Aplikasi Penetapan Peserta Sertifikasi Guru ( AP2SG ), Daftar rangking untuk calon penerima sertifikasi Guru tahun 2015 melalui Pendidikan Profesi Guru ( PPG ) sanggup dilihat di www.sergur.kemdiknas.go.id dan akan di umumkan oleh tubuh PSDMPK – PMP .

Nama – Nama calon yang sudah terdaftar di www.sergur.kemdiknas.go.id dan sudah di umukan oleh Badan PSDMK-PMP sanggup di hapus oleh dinas pendidikan masing – masing Provinsi atau kabupaten/kota atas persetujuan LPMP dengan alasan yang sanggup di pertanggungjawabkan.seperti pola Peserta yang sudah terdaftar melaksanakan Pelanggaran Disiplin, Mengundurkan Diri atau Sakit yang Permanen.

Sertifikasi Tahun 2015 Mengacu Pada Kualifikasi Akademik S1/D-Iv Atau Berprofesi Sebagi Guru Selama 5 Tahun

Sertifikasi Guru tahun 2015 memakai sistem PPG ( Pendidikan Profesi Guru ), Peserta sertifikasi Guru harus memenuhi berapa syarat manajemen untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru ( PPG ) yang telah di tetapkan, Guru yang memenuhi syarat akan di seleksi menurut hasil ujian Kompentesi ( UKA dan UKG ) yang dilaksanakan oleh kementrian Pendidikan dan kebudayaan, kalau belum mempunyai niali UKA dan UKG pada tahun 2013 dan 2014, UKA dan UKG akan diikutkan pada tahun 2015.

 Peserta sertifikasi Guru harus memenuhi berapa syarat manajemen untuk mengikuti Pendid SERTIFIKASI TAHUN 2015 MENGACU PADA KUALIFIKASI AKADEMIK S1/D-IV  ATAU BERPROFESI SEBAGI GURU SELAMA 5 TAHUN

SERTIFIKASI TAHUN 2015 MENGACU PADA KUALIFIKASI AKADEMIK S1/D-IV ATAU BERPROFESI SEBAGI GURU SELAMA 5 TAHUN

” Penetapan bidang studi sertifikasi harus linier dengan kualifikasi akademik S1 / D -IV, Khusus bagi guru yang diangkat sebelum tahun 2006, Penetapan bidang studi sertifikasi tahun 2015 mengacu pada kualifiaksi perguruan tinggi S1 / D-IV atau Bidang Studi yang diampu selama 5 Tahun berturut-turut, Bidang studi sertifikasi ini akan akan menempel terus pada Guru selama Guru tersebut menjalakan tugasnya atau berprofesi sebagai Guru ,dan selama itu juga sertifikasi akan di bayar “

Penetapan profesi dilakukan akan dilakukan secara adil dan transparan melalui sistem online dengan memakai Aplikasi Penetapan Peserta Sertifikasi Guru ( AP2SG ), Daftar rangking untuk calon penerima sertifikasi Guru tahun 2015 melalui Pendidikan Profesi Guru ( PPG ) sanggup dilihat di www.sergur.kemdiknas.go.id dan akan di umumkan oleh tubuh PSDMPK – PMP .

Nama – Nama calon yang sudah terdaftar di www.sergur.kemdiknas.go.id dan sudah di umukan oleh Badan PSDMK-PMP sanggup di hapus oleh dinas pendidikan masing – masing Provinsi atau kabupaten/kota atas persetujuan LPMP dengan alasan yang sanggup di pertanggungjawabkan.seperti pola Peserta yang sudah terdaftar melaksanakan Pelanggaran Disiplin, Mengundurkan Diri atau Sakit yang Permanen.

Sertifikasi Tahun 2015 Mengacu Pada Kualifikasi Akademik S1/D-Iv Atau Berprofesi Sebagi Guru Selama 5 Tahun

Sertifikasi Guru tahun 2015 memakai sistem PPG ( Pendidikan Profesi Guru ), Peserta sertifikasi Guru harus memenuhi berapa syarat manajemen untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru ( PPG ) yang telah di tetapkan, Guru yang memenuhi syarat akan di seleksi menurut hasil ujian Kompentesi ( UKA dan UKG ) yang dilaksanakan oleh kementrian Pendidikan dan kebudayaan, kalau belum mempunyai niali UKA dan UKG pada tahun 2013 dan 2014, UKA dan UKG akan diikutkan pada tahun 2015.

 Peserta sertifikasi Guru harus memenuhi berapa syarat manajemen untuk mengikuti Pendid SERTIFIKASI TAHUN 2015 MENGACU PADA KUALIFIKASI AKADEMIK S1/D-IV  ATAU BERPROFESI SEBAGI GURU SELAMA 5 TAHUN

SERTIFIKASI TAHUN 2015 MENGACU PADA KUALIFIKASI AKADEMIK S1/D-IV ATAU BERPROFESI SEBAGI GURU SELAMA 5 TAHUN

” Penetapan bidang studi sertifikasi harus linier dengan kualifikasi akademik S1 / D -IV, Khusus bagi guru yang diangkat sebelum tahun 2006, Penetapan bidang studi sertifikasi tahun 2015 mengacu pada kualifiaksi perguruan tinggi S1 / D-IV atau Bidang Studi yang diampu selama 5 Tahun berturut-turut, Bidang studi sertifikasi ini akan akan menempel terus pada Guru selama Guru tersebut menjalakan tugasnya atau berprofesi sebagai Guru ,dan selama itu juga sertifikasi akan di bayar “

Penetapan profesi dilakukan akan dilakukan secara adil dan transparan melalui sistem online dengan memakai Aplikasi Penetapan Peserta Sertifikasi Guru ( AP2SG ), Daftar rangking untuk calon penerima sertifikasi Guru tahun 2015 melalui Pendidikan Profesi Guru ( PPG ) sanggup dilihat di www.sergur.kemdiknas.go.id dan akan di umumkan oleh tubuh PSDMPK – PMP .

Nama – Nama calon yang sudah terdaftar di www.sergur.kemdiknas.go.id dan sudah di umukan oleh Badan PSDMK-PMP sanggup di hapus oleh dinas pendidikan masing – masing Provinsi atau kabupaten/kota atas persetujuan LPMP dengan alasan yang sanggup di pertanggungjawabkan.seperti pola Peserta yang sudah terdaftar melaksanakan Pelanggaran Disiplin, Mengundurkan Diri atau Sakit yang Permanen.

Kenaikan Tpp Mencapai 90 Persen ( % )

Kabar Baik buat PNS Khususnya di lingkungan Pemkab Kendal ( Jawa Tengah ) dan Sepertinya Akan di ikuti oleh kawasan – kawasan lainnya di pastikan Tunjangan Profesi ( TPP ) akan naik 90 % pada Tahun 2015.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ( DPPKAD )kabupaten Kendal ” Tavip Purnomo , Kepada Radar , Sebelum program Rakor Ekuida di ruang Operation Room ( OR ) Sekda Kendal, selasa ( 23/12/2014) .katanya , TPP PNS Itu akan Naik 90 (%) Persen.

Kabar Baik buat PNS Khususnya di lingkungan Pemkab Kendal  KENAIKAN TPP MENCAPAI  90 persen ( % )

KENAIKAN TPP MENCAPAI 90 persen ( % )

Dia Menjelaskan anggaran TPP 2015 sebesar 90 persen itu telah dialokasikan dari APBD 2015 dan Pencairan dana Nya akan dilakukan setiap satu bulan sekali, Meskipun demikian untuk kebijakan Pencairan dana tersebut juga tergantng kepada pimpinan Satuan kerja ( SATKER ) Masing-masing Instansi. Ia Melanjutkan jumlah PNS di Pemkab ketika ini sekitar 11.000. Namun tidak semua PNS mendapatkan TPP .

” Nilai TPP Masing-masing PNS berbeda_beda Disesuaikan dengan Tingkat Eselon dan Jabatan “

Gambaran Nilai TPP yang diterima PNS Tidak sama

  • Eselon 2a = Rp. 3.750.000 
  • Eselon 2b = Rp. 2.350.000 
  • Eselon 3a = Rp. 1.450.000 
  • Eslon 3b = Rp. 1.130.000 
  • Eselon 4a = Rp. 750.000 
  • Eselon 4b = Rp. 600.000 
  • Eselon 5a = Rp. 450.000 
  • Golongan 4 = Rp. 400.000 
  • Golongan 3 = Rp.300.000 
  • Golongan 2 = Rp 250.000 
  • Golongan 1 = Rp 200.000 

Dengan kenaikan TPP itu selain menciptakan PNS lebih sejahtera Juga sanggup semakin memicu kinerjanya semoga lebih baik dan lebih giat.( NUR )

“Mudah-mudah kenaikan ini sanggup di ikuti oleh instansi / Pemkab kawasan kita masing-masing tempat kita bekerja kini “

Sumber : Radar

Kenaikan Tpp Mencapai 90 Persen ( % )

Kabar Baik buat PNS Khususnya di lingkungan Pemkab Kendal ( Jawa Tengah ) dan Sepertinya Akan di ikuti oleh kawasan – kawasan lainnya di pastikan Tunjangan Profesi ( TPP ) akan naik 90 % pada Tahun 2015.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ( DPPKAD )kabupaten Kendal ” Tavip Purnomo , Kepada Radar , Sebelum program Rakor Ekuida di ruang Operation Room ( OR ) Sekda Kendal, selasa ( 23/12/2014) .katanya , TPP PNS Itu akan Naik 90 (%) Persen.

Kabar Baik buat PNS Khususnya di lingkungan Pemkab Kendal  KENAIKAN TPP MENCAPAI  90 persen ( % )

KENAIKAN TPP MENCAPAI 90 persen ( % )

Dia Menjelaskan anggaran TPP 2015 sebesar 90 persen itu telah dialokasikan dari APBD 2015 dan Pencairan dana Nya akan dilakukan setiap satu bulan sekali, Meskipun demikian untuk kebijakan Pencairan dana tersebut juga tergantng kepada pimpinan Satuan kerja ( SATKER ) Masing-masing Instansi. Ia Melanjutkan jumlah PNS di Pemkab ketika ini sekitar 11.000. Namun tidak semua PNS mendapatkan TPP .

” Nilai TPP Masing-masing PNS berbeda_beda Disesuaikan dengan Tingkat Eselon dan Jabatan “

Gambaran Nilai TPP yang diterima PNS Tidak sama

  • Eselon 2a = Rp. 3.750.000 
  • Eselon 2b = Rp. 2.350.000 
  • Eselon 3a = Rp. 1.450.000 
  • Eslon 3b = Rp. 1.130.000 
  • Eselon 4a = Rp. 750.000 
  • Eselon 4b = Rp. 600.000 
  • Eselon 5a = Rp. 450.000 
  • Golongan 4 = Rp. 400.000 
  • Golongan 3 = Rp.300.000 
  • Golongan 2 = Rp 250.000 
  • Golongan 1 = Rp 200.000 

Dengan kenaikan TPP itu selain menciptakan PNS lebih sejahtera Juga sanggup semakin memicu kinerjanya semoga lebih baik dan lebih giat.( NUR )

“Mudah-mudah kenaikan ini sanggup di ikuti oleh instansi / Pemkab kawasan kita masing-masing tempat kita bekerja kini “

Sumber : Radar

Para Guru Menanti Keputusan Ujian Nasional ( Unas ) Atau Penilaian Nasinoal ( Enas )

Pemerintah gres memang belum resmi mengumumkan secara resmi pembatalan Ujian Nasional ( UNAS ), dan menggantinya dengan Evalusai Nasional ( ENAS ). Tapi respon dari banyak sekali pihak sudah mulai bermunculan . Umumnya mendudkung rencana pembatalan Ujian penetu kelulusan siswa tahun 2015

Ketua Umum PGRI ( Sulistyo ) Menuturkan , Evaluasi Pelaksanna Unas yang dijalankan pemerintah Harus Cepat Diputuskan . Karena ketika ini para Guru menunggu kepastian nasib Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun 2015, lantaran waktu tinggal tiga ( 3 ) Bulan lagi untuk melaksanakan Ujian Nasional .Umumnya Ujian Nasional diselenggarakan April mendatang.

Pemerintah gres memang belum resmi mengumumkan secara resmi pembatalan Ujian Nasional  PARA GURU MENANTI KEPUTUSAN UJIAN NASIONAL  ( UNAS ) ATAU EVALUASI NASINOAL ( ENAS )

PARA GURU MENANTI KEPUTUSAN UJIAN NASIONAL ( UNAS ) ATAU EVALUASI NASINOAL ( ENAS )

“Apapun kebijakannya nanti, supaya tidak menambah dilema baru,” kata Sulistyo di Jakarta kemarin.

Menurutnya ujian yang baik harus menerapkan sistem mendorong terwujudnya kejujuran dalam pendidikan, serta meniadakan segala bentuk kecurangan. Kemudian juga menumbuhkan rasa kepercayaan diri kepada setiap penerima didik maupun guru.

Pria yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Provinsi Jawa Tengah itu menuturkan, sistem ujian yang baik harus menghargai proses pendidikan secara utuh. Mulai dari menghargai proses pembelajaran oleh guru, hingga prestasi penerima didik.

“Itu semua (sistem ujian ideal, red) tidak ada dalam unas,” terang Sulistyo. Sehingga beliau mendukung jikalau ada kajian ulang penyelenggaran unas.

Peneliti pendidikan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Titik Handayani Pantjoro menuturkan, jikalau pemerintah kesannya memutuskan menerapkan penilaian nasional, maka harus menekankan fungsi sebagai pemetaan pencapaian kualitas pendidikan. Kemudian membuat intervensi kebijakan terkait hasil pemetaan capaian kualitas pendidikan.

“Karena ada perubahan penekanan, maka fungsi penilaian nasional nanti bukan sebagai penentu kelulusan lagi,” ujar Titik.

Dia menyayangkan jikalau nanti perubahan unas menjadi enas hanya kegiatan “ganti baju” saja. Yakni enas tetap digunakan sebagai pemetaan, intervensi kebijakan, syarat kelulusan, dan syarat melanjutkan studi ke jenjang berikutnya.

Secara gamblang Titik tidak baiklah fungsi unas selama ini sebagai parameter tunggal penentu kelulusan. Sebab sarana dan prasaran pendidikan antarwilayah di Indonesia mengalami perbedaan (disparitas) yang mencolok. “Sarana pendidikan di tempat terpencil tertinggal jauh dari perkotaan itu realitas,” paparnya.

Menurut beliau penilaian pendidikan sebaiknya dilakukan menyangkut kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional siswa. untuk mengukur ketiganya, tidak sanggup dilakukan melalui unas menyerupai selama ini. Dia menegaskan unas menyerupai yang selama ini diterapkan sebagai syarat kelulusan, sebaiknya dihapus.

Bagi Titik, pembatalan unas di awal pemerintahan Joko Widodo bukan hal yang tidak mungkin dilakukan. alasannya ialah dalam penyampaian visi dan misi bidang pendidikan waktu kampanye Pilpres dulu, Jokowi akan menghapus unas.

“Menurut saya penilaian dan meluluskan siswa dikembalikan ke sekolah,” tandas Titik.Menurutnya pihak sekolah tidak akan sembarang melaksanakan penilaian dan meluluskan siswa. Ketika penilaian dan kelulusan siswa dikembalikan ke sekolah, fungsi pengawasan manajemen para pengawas atau penilik sekolah harus ditingkatkan.

Sebagaimana di beritakan anggota Badan Standarisasi Nasional Pendidikan ( BSNP ) Teuku Ramli Zakaria menjelaskan perubahan Ujian nasional ( Unas ) Menjadi Evaluasi Nasional ( ENAS ) Posisinya masih dalam tahap Usulan . Perubahan ini merupakan kajian dari isnpirasi banyak pihak , Khususnya drai masyarakat.

Hingga kemarin belum ada keterangan lanjutan dari Kemendikbud. Informasinya perubahan unas menjadi enas itu sudah menjadi materi kajian dalam rapat-rapat penting Kabinet Kerja. (wan)

Sumber ( JPNN .COM )

Para Guru Menanti Keputusan Ujian Nasional ( Unas ) Atau Penilaian Nasinoal ( Enas )

Pemerintah gres memang belum resmi mengumumkan secara resmi pembatalan Ujian Nasional ( UNAS ), dan menggantinya dengan Evalusai Nasional ( ENAS ). Tapi respon dari banyak sekali pihak sudah mulai bermunculan . Umumnya mendudkung rencana pembatalan Ujian penetu kelulusan siswa tahun 2015

Ketua Umum PGRI ( Sulistyo ) Menuturkan , Evaluasi Pelaksanna Unas yang dijalankan pemerintah Harus Cepat Diputuskan . Karena ketika ini para Guru menunggu kepastian nasib Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun 2015, lantaran waktu tinggal tiga ( 3 ) Bulan lagi untuk melaksanakan Ujian Nasional .Umumnya Ujian Nasional diselenggarakan April mendatang.

Pemerintah gres memang belum resmi mengumumkan secara resmi pembatalan Ujian Nasional  PARA GURU MENANTI KEPUTUSAN UJIAN NASIONAL  ( UNAS ) ATAU EVALUASI NASINOAL ( ENAS )

PARA GURU MENANTI KEPUTUSAN UJIAN NASIONAL ( UNAS ) ATAU EVALUASI NASINOAL ( ENAS )

“Apapun kebijakannya nanti, supaya tidak menambah dilema baru,” kata Sulistyo di Jakarta kemarin.

Menurutnya ujian yang baik harus menerapkan sistem mendorong terwujudnya kejujuran dalam pendidikan, serta meniadakan segala bentuk kecurangan. Kemudian juga menumbuhkan rasa kepercayaan diri kepada setiap penerima didik maupun guru.

Pria yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Provinsi Jawa Tengah itu menuturkan, sistem ujian yang baik harus menghargai proses pendidikan secara utuh. Mulai dari menghargai proses pembelajaran oleh guru, hingga prestasi penerima didik.

“Itu semua (sistem ujian ideal, red) tidak ada dalam unas,” terang Sulistyo. Sehingga beliau mendukung jikalau ada kajian ulang penyelenggaran unas.

Peneliti pendidikan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Titik Handayani Pantjoro menuturkan, jikalau pemerintah kesannya memutuskan menerapkan penilaian nasional, maka harus menekankan fungsi sebagai pemetaan pencapaian kualitas pendidikan. Kemudian membuat intervensi kebijakan terkait hasil pemetaan capaian kualitas pendidikan.

“Karena ada perubahan penekanan, maka fungsi penilaian nasional nanti bukan sebagai penentu kelulusan lagi,” ujar Titik.

Dia menyayangkan jikalau nanti perubahan unas menjadi enas hanya kegiatan “ganti baju” saja. Yakni enas tetap digunakan sebagai pemetaan, intervensi kebijakan, syarat kelulusan, dan syarat melanjutkan studi ke jenjang berikutnya.

Secara gamblang Titik tidak baiklah fungsi unas selama ini sebagai parameter tunggal penentu kelulusan. Sebab sarana dan prasaran pendidikan antarwilayah di Indonesia mengalami perbedaan (disparitas) yang mencolok. “Sarana pendidikan di tempat terpencil tertinggal jauh dari perkotaan itu realitas,” paparnya.

Menurut beliau penilaian pendidikan sebaiknya dilakukan menyangkut kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional siswa. untuk mengukur ketiganya, tidak sanggup dilakukan melalui unas menyerupai selama ini. Dia menegaskan unas menyerupai yang selama ini diterapkan sebagai syarat kelulusan, sebaiknya dihapus.

Bagi Titik, pembatalan unas di awal pemerintahan Joko Widodo bukan hal yang tidak mungkin dilakukan. alasannya ialah dalam penyampaian visi dan misi bidang pendidikan waktu kampanye Pilpres dulu, Jokowi akan menghapus unas.

“Menurut saya penilaian dan meluluskan siswa dikembalikan ke sekolah,” tandas Titik.Menurutnya pihak sekolah tidak akan sembarang melaksanakan penilaian dan meluluskan siswa. Ketika penilaian dan kelulusan siswa dikembalikan ke sekolah, fungsi pengawasan manajemen para pengawas atau penilik sekolah harus ditingkatkan.

Sebagaimana di beritakan anggota Badan Standarisasi Nasional Pendidikan ( BSNP ) Teuku Ramli Zakaria menjelaskan perubahan Ujian nasional ( Unas ) Menjadi Evaluasi Nasional ( ENAS ) Posisinya masih dalam tahap Usulan . Perubahan ini merupakan kajian dari isnpirasi banyak pihak , Khususnya drai masyarakat.

Hingga kemarin belum ada keterangan lanjutan dari Kemendikbud. Informasinya perubahan unas menjadi enas itu sudah menjadi materi kajian dalam rapat-rapat penting Kabinet Kerja. (wan)

Sumber ( JPNN .COM )